Menurut Wikipedia,
Event Organizer adalah istilah untuk penyedia jasa professional penyelenggara
acara. Pada dasarnya tugas EO adalah membantu kliennya untuk menyelenggarakan
acara yang diinginkan. Nah, berhubung ada banyak sekali jenis acara, otomatis
dunia EO pun memiliki banyak ‘aliran’.
Hingga saat ini
terdapat berbagai macam ‘aliran’ EO. Aliran tersebut menandakan spesialisasi
mereka. Ada MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yang seperti
namanya, berkonsentrasi pada acara semacam pertemuan dan pameran. Untuk
penyelenggara acara pernikahan ada EO yang biasa dikenal dengan WO atau Wedding
Organizer. Ada pula EO yang punya spesialisasi menyelenggarakan konser musik.
Walaupun ulang tahun mungkin kapasitasnya tak sebesar acara pernikahan, pameran
atau konser, tapi nyatanya acara yang satu itu juga menjadi pasar yang
menjanjikan bagi bisnis EO. Lebih spesifik lagi, ada pula EO yang
berkonsentrasi menyelenggarakan pesta-pesta kecil pribadi.
Aliran-aliran ini
tidak muncul begitu saja. Seperti juga ketika EO baru saja muncul, semua
diawali oleh demand yang tinggi. Sebelumnya, siapa yang pernah berpikir soal
EO? Jika sebuah perusahaan perlu mengadakan acara, ya kerahkan saja semua
pegawainya. Begitupun ketika upacara pernikahan perlu dilangsungkan, toh ada
keluarga besar. Tapi seiring waktu, tidak banyak lagi orang kota punya
keleluasaan waktu untuk memanage sebuah acara. Apalagi mengemasnya dalam format
yang unik, yang meninggalkan kesan mendalam pada para tamu.
Berawal dari
kebutuhan tersebut, mulailah jasa penyelenggara acara bermunculan. Masih ingat
ketika trend Wedding Organizer merebak? Atau ketika nama-nama besar di bidang
penyelenggara Pers Conference bermunculan? Hingga ada masa di mana
pameran-pameran dan konser-konser besar begitu identik dengan sebuah nama event
organizer.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar