Struktur Organisasi Sebuah
Event Organizer
Ketika
berbicara EO sebagai sebuah perusahaan, maka susunan organisasi perusahaan
tidaklah berbeda dengan institusi bisnis lainnya seperti terdiri dari Direktur,
Manager - Manager yang membawahi masing - masing divisi seperti, marketing,
administrasi, keuangan, operasional, produksi dan lain sebagainya. Namun ketika
berbicara EO dalam sebuah project penyelenngara event, maka struktur organisasi
akan menyesuaikan dengan kebutuhan project tersebut.
Antara
satu event dengan event lainnya akan memiliki struktur organisasi yang berbeda.
event Exhibition yang diselenggarakan di sebuah Mall atau Hotel berbintang akan
memiliki tim yang berbeda dengan event Exhibition yang digelar di Lapangan.
Demikian pula dengan sebuah Konser Musik. Perbedaan ini diadasari pada beberapa
hal berikut :
1. Kebutuhan
tim dalam menjalankan fungsi kerja
2. Efektifitas
dan Efisiensi kerja
3. Besar
kecilnya event
Sebagai
usaha yang berorientasi pada keuntungan, EO akan menghitung jumlah personil
dalam tim secara cermat dan teliti. Tidak ada jaminan kesuksesan sebuah event
yang terdiri dari banyak orang.
Beberapa
contoh fungsi yang biasanya ada dalam sebuah project event diantaranya :
Project Officer /
Event Manager
Bertugas
memimpin proyek, Bertanggungjawab terhadap kelancaran dan kesuksesan event.
Mulai dari perencanaan hingga event selesai. Fungsi ini biasanya lebih
mengurusi masalah - masalah administratif dan persiapan - persiapan
kelengkapan,Dalam kerjanya Project Officer ini bisa memiliki beberapa anak buah
yang akan membantu menangani persiapan venue, promosi, perijinan &
keamanan, konsumsi, pengadaan perlengkapan, keuangan, kesekretariatan, dan
sebagainya yang biasa disebut Field Officer.
Field Office
Bertugas
menangani persiapan venue, promosi, perijinan & keamanan, konsumsi,
pengadaan perlengkapan, keuangan, kesekretariatan dan sebagainya. Dengan kata
lain fungsi ini adalah yang menjalankan fungsi operasional.
Tallent Officer
Menangani
pekerjaan yang berhubungan dengan talents/artis/pengisi acara, mulai dari
negosiasi waktu, honor, membuat MOU sampai pada kebutuhan artis saat pentas,
transportasi, konsumsi, akomodasi dll.
Show Director
Bertanggungjawab
terhadap kualitas sajian acara, baik dari segi artistik maupun kenyamanan
audiens. Biasanya Show Director akan memiliki tim yang terdiri dari Art
Director, Stage Manager, Sound Engineer, Lightingman, Security & Runner.
Art Director
Bertanggungjawab
terhadap permasalahan artistik, seperti tampilan panggung, dekorasi, dan efek -
efek lainnya yang berhubungan dengan estetika.
Stage Manager
Bertanggungjawab
terhadap kelancaran acara. Stage Manager akan mengatur kemunculan talents
sesuai rundown dan mengendalikan waktu tampil.
Sound
Engineer/Soundman
Bertanggungjawab
terhadap kontrol kualitas sound system.
Lightingman
Bertanggungjawab
terhadap kontrol kualitas lighting.
Security
Bisa
dari personil kepolisian atau mereka yang ditugaskan. Bertanggungjawab terhadap
seluruh keamanan acara dari mulai lokasi, jalannya acara, dan pihak lain - lain
yang terkait.
Runner
Team
yang terdiri dari beberapa orang, yang bertugas serabutan, menjadi penghubung
antara Show Director dengan pihak - pihak lainnya.
Client Service
Bertanggungjawab
sebagai penghubung antara klien sebagai sponsor/penyandang dana kepada Show
Director dan Project officer. Client Service ini akan menemani klien dari sejak
klien tersebut hadir di arena event hingga pulang dengan kepuasan.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar