Memulai Usaha Event Organizer
Event Organizer
adalah bidang usaha yang menarik: dinamis, bertemu dengan banyak orang dari
berbagai kalangan, penuh dinamika kreatif, deadline dan finansial. Saat ini
event menjadi pilihan utama dalam berpromosi karena biaya yang dibutuhkan
kadang jauh lebih ekonomis dibanding dengan beriklan di media cetak atau
televisi.
Ada beberapa hal yang
bisa Anda lakukan untuk mulai bersaing dengan bisnis EO lain yang sudah eksis
lebih dahulu :
Miliki
Spesialisasi.
Semua EO besar
pastilah mempunyai spesialisasi tertentu. Misalkan ada Java Musikindo yang
spesialisasinya menyelenggarakan konser musik, ada Dyandra dan Panorama Convex
yang piawai di bidang pameran, ada pula EO yang khusus menyelenggarakan
seminar, ada yang jago bikin party yang heboh, dan ada pula yang khusus
menggelar event olahraga.
Spesialisasi bidang
sangat penting karena terkait hal-hal berikut ini:
- Proses
belajar Anda dan tim Anda dalam penyelenggaraan suatu kegiatan akan lebih
cepat. Dengan menangani satu bidang saja, misalnya konser musik, maka Anda
akan lebih cepat belajar dan menjadi “ahli” di bidang penyelenggaraan
konser musik. Bayangkan betapa sulitnya Anda belajar jika bidang yang
ditangani terlalu banyak, dari mulai live music sampai khitanan.
Dikhawatirkan jika proses belajar Anda setengah-setengah maka Anda akan
jadi “ahli yang setengah-setengah” juga.
- Investasi
barang modal Anda akan lebih terfokus, sebagai contoh investasi barang
modal EO pameran, tentu berbeda dengan EO konser musik, atau EO seminar.
- Lebih cepat
dikenal dan memudahkan untuk promosi. Tanpa adanya spesialisasi, maka nama
EO Anda akan lebih sulit dikenal masyarakat. Hal ini juga akan membuat
calon-calon klien sulit menghubungi Anda karena EO Anda tidak dikenal.
Akibatnya EO Anda hanya akan jadi EO kecil yang sulit berkembang dan
bermain pasar project kecil yang diperebutkan oleh banyak sekali EO kecil
dan pemula lainnya.
Mulai dari
Komunitas terdekat
Carilah pelanggan dari komunitas terdekat dahulu, misalkan teman-teman di kampus,
pihak kampus, teman-teman gaul, dsb. Tunjukkan dokumentasi kegiatan-kegiatan
yang pernah Anda selenggarakan untuk membuat mereka yakin.
Jalinlah hubungan
jangka panjang dengan klien-klien terutama mereka yang mempunyai kegiatan
yang bisa memberikan keuntungan cukup besar atau menaikkan citra EO Anda.
Jangan berhenti berhubungan dengan mereka meskipun kerjasama kegiatan Anda
sudah berakhir. Anda masih bisa berhubungan dengan berbagai macam cara,
misalkan telepon, sms, ataupun email.
Hubungan jangka
panjang dengan klien akan membuat Anda selalu berada di ingatan mereka ketika
mereka akan membuat kegiatan serupa. Hubungan baik juga membuat mereka tak
segan-segan mempromosikan EO Anda kepada kenalan-kenalan mereka
yang membutuhkan jasa Anda. Jauh lebih mudah dan murah menjaga klien lama
dibandingkan proses mendapatkan klien baru.
Fokus
mendapatkan pengalaman dan membangun basis klien
Di tahap awal Prioritaskan
membangun basis klien dan mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya,jangan terlalu memikirkan keuntungan yang besar terlebih dahulu.Ingat, EO
adalah bisnis berbasis kepercayaan. Semakin banyak pengalaman dan basis klien
Anda, akan semakin mudah Anda meyakinkan calon-calon klien selanjutnya.
Awasi
Anggaran dan Cash Flow Anda
Bisnis EO perlu nafas
panjang alias modal yang cukup untuk menutupi operasional di saat-saat sepi
order. Untuk itu, pastikan anggaran dan cash flow Anda terjaga dengan baik. Ada
beberapa poin yang bisa diperhatikan disini :
Minimalkan karyawan
tetap. Pakailah tenaga kontrak yang terseleksi setiap kali ada project. Dengan
demikian biaya overhead bisa diminimalkan. Meskipun demikian, Anda tetap harus
menjalin kontak dengan tenaga kontrak ini, supaya ketika mendapatkan order,
Anda tidak kebingungan mencari tenaga kerja.
Jika Anda mendirikan
EO Anda bersama-sama dengan teman-teman Anda, maka pastikan siapa saja yang
bekerja full time karena hanya merekalah yang digaji full. Mereka yang tidak
bekerja full time sebaiknya mendapat kompensasi berupa komisi (jika mereka
berhasil mendapatkan klien) atau mendapatkan bagi hasil keuntungan tahunan
sesuai penanaman modal mereka di perusahaan.
Awasi anggaran
pelaksanaan kegiatan tim Anda. Jangan sampai anggaran Anda kebobolan karena
dicurangi tim atau anak buah Anda. Berikan reward jika mereka bisa melaksanakan
kegiatan tersebut dengan realisasi anggaran dibawah budget, sebaliknya berikan
punishment jika realisasinya melebihi anggaran karena berarti mereka kurang
seksama dalam melaksanakan pekerjaan.
Pastikan Anda selalu
update dengan perkembangan harga terbaru barang-barang dan jasa yang diperlukan
dalam pelaksanaan kegiatan sehingga Anda tidak melakukan kesalahan perencanaan
anggaran yang diajukan ke klien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar