Ilmu sosial dasar (ISD) adalah pengetahuan yang menelaah
masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia
dengan menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang
pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. ISD
merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan
pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yg dikembangkan untuk melengkapi
gejala2 sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran
mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga
kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.
Tujuan diberikannya ISD sebagai MKDU tidak lain
adalah untuk membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa
agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yg diharapkan
dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dgn sikap dan tingkah laku manusia
dlm menghadapi manusia-manusia lain, serta sikap dan tingkah laku
manusia-manusia lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbal balik.
Dalam perkembangannya, ISD banyak
berkonsentrasi pada urusan masalah sosial, Masalah sosial muncul akibat
terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita
yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial
dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh
lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah,
organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya. Contohnya antara lain:
- Kejahatan
- Kemiskinan
- Penyalahgunaan obat
- Penyalahgunaan alkohol
- Ekonomi Perampasan
- Pengangguran
- Kemiskinan
- Penyalahgunaan obat
- Penyalahgunaan alkohol
- Ekonomi Perampasan
- Pengangguran
Masalah sosial merupakan sesuatu yang bersifat
destruktif yang harus segera disudahi. Walaupun itu berarti tidak mungkin, tapi
paling tidak dapat meminimalisirnya. Maka barang tentu dibutuhkan pendidikan
ilmu sosial dasar (ISD) sebagai salah satu mata kuliah dasar umum di sekolah
(MKDU). Karena seperti kita ketahui, kita tidak dapat mengandalkan hanya
berkonsentrasi pada disiplin ilmu tertentu saja untuk menghasilkan seorang
terdidik yang berkualitas dan seimbang serta tidak meninggalkan kaidah-kaidah
yang berlaku dimasyarakat. Selanjutnya akan lebih baik, kalau ilmu sosial dasar
dapat disampaikan di sekolah secara riil dengan penyampaian berdasarkan contoh
atau kalau perlu terjun langsung pada praktek. Sehingga tidak hanya berkutat
pada bidang teori yang bahwasanya hal itu sangat tidak efektif dan bersifat
berputar-putar pada kata-kata yang belum tentu tahu maknanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar